Bidadari: Jadi kau ingin aku jujur pada mereka?
Aku : hmm..
Bidadari : Bahwa aku mulai sayang padamu?
Aku : Jangan, aku tahu kau malu.
Bidadari : Tak mampukah kau menunggu saat yg tepat?
Aku : Kau malu mengakui, bahwa bidadaripun bisa jatuh cinta pada manusia biasa.
Bidadari : Mengertilah bagaimana aku sekarang
Aku : ........
Bidadari : ........
Aku : Baik, aku mengerti
Bidadari : Ok. Aku mesti pergi.
Bidadari menyambar selendangnya, lantas melayang di udara. Mengambang bagai capung.
Bidadari: Kita sakit jiwa
Aku : Maksudmu?
Bidadari : Jatuh cinta, sedang mengenal saja belum terlampau dalam.
Aku : Kita? Mestinya aku yg sakit.
Bidadari : Ya, kau sakit.
Aku : Aku memang sakit.
Bidadari : ...........
Aku : Kalau mencintaimu adalah jenis penyakit. Maka biarlah penyakit itu memeluk tubuhku, menggerogoti akal sehatku.
Bidadari: ................
Aku pergi. Dengan cinta yg makin menyala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar